Senin, 17 Oktober 2022

UPIN IPIN

 


Asal-mula

Awalnya, Upin & Ipin ditayangkan khusus untuk menyambut Ramadan pada tahun 2007 untuk mendidik anak-anak mengenai arti dan kepentingan dari bulan suci Ramadan. Kata Safwan, "Kami memulai seri animasi empat menit ini untuk menguji penerimaan pasar lokal serta mengukur bagaimana reaksi pada kemampuan penceritaan kami." Sambutan meriah terhadap kartun pendek ini mendorong Les' Copaque agar menerbitkan satu musim lagi menyambut bulan Ramadan yang seterusnya.

Nizam percaya bahwa aspek kebudayaan Malaysia yang berlatarkan sebagai sebuah kampung yang sederhana pasti dapat menarik minat pasar internasional. Seperti pada kartun animasi Doraemon asal Jepang yang laris di seluruh dunia meskipun berlatarkan budaya setempat dan bukannya budaya internasional. Dan juga, reputasi Les' Copaque sebagai organisasi dikenal sejak terbentuknya popularitas Upin & Ipin yang bukan saja di Malaysia, namun juga di beberapa negara lain yang meng-import kartun ini khususnya Indonesia.

Proses animasi Upin & Ipin (dan juga film Geng) menggunakan perangkat lunak CGI Autodesk Maya.[2] Di sebuah konferensi pers perangkat lunak animasi pada tahun 2009, Ketua Perancang Les' Copaque, Fuad Md. Din memberitahukan, "Salah satu tujuan kami memilih kartun ini adalah karena proses pembuatannya cukup mudah. Lagipula kami sudah berpengalaman dalam membuatnya sebelum ini."[3]

Pada tahun 2009, Nizam, Safwan, dan Anas meninggalkan Les' Copaque untuk mendirikan sebuah studio animasi yang baru, yaitu Animonsta Studios, namun seri animasi Upin & Ipin masih tetap diteruskan di bawah pimpinan Haji Burhanuddin sebagai direktur.[4]




Lagu Tema Upin Ipin


  • Gosok Jangan Tak Gosok (Sikat Jangan Tidak Sikat)        
  • Terima Kasih Cikgu (Terima Kasih Bu Guru)
  • Boria Suka-Suka (Teater Yang Menyenangkan)
  • Suasana Di Hari Raya (Suasana Di Lebaran)
  • Balik Kampung (Pulang Ke Kampung Halaman)
  • Rasa Sayange (Rasa Sayange/Perasaan Sayang)
  • Aiya Cik Siti (Aiya Bibi Siti)
  • Tanam Ubi (Menanam Ubi)
  • Bangau Oh Bangau (Bangau Oh Bangau)
  • Gembira Bermain (Senangnya Main)
  • Selamat Hari Natal (Selamat Hari Natal)


  • ABCD/Air Batu Campur Durian (ECD/Es Campur Durian)
  • Cita-Citaku (Cita-Citaku)
  • Luar Biasa (Hebat)
  • Sifir (Perkalian)
  • Alif Ba Ta Tsa (Alif Ba Ta Tsa)
  • Ibu Ayam Dikejar Musang (Ibu Ayam Dikejar Musang)
  • Suku-Suku Separuh (Isi Piring Ku)
  • Lagu 12 Bulan Islam (Lagu 12 Bulan Islam)
  • Selamat Pagi (Selamat Pagi)
  • Pisang Goreng Ngap Ngap (Pisang Goreng Ngap Ngap)
  • Pengantin Baru (Pengantin Baru)
  • Jeng Jeng Jeng! (Jeng Jeng Jeng!)


Alur

Upin dan Ipin merupakan sepasang kembar yang berusia 5 tahun (Upin lebih tua 5 menit dari pada Ipin) yang tinggal bersama Kak Ros dan Mak Uda (biasa dipanggil Opah) di Kampung Durian Runtuh setelah kematian kedua orang tua mereka sewaktu masih bayi. Upin dan Ipin bersekolah di Tadika Mesra yang terletak dalam kawasan kampung, di mana mereka berteman dengan banyak teman yang bermacam-macam tingkah lakunya, seperti Mei Mei yang imut dan berkepribadian cerdas, Jarjit Singh yang gemar membuat humor dan membuat pantun, Ehsan yang cerewet dan suka makan, Fizi (sepupu Ehsan) yang penuh keyakinan diri tetapi suka mengejek orang lain, dan Mail yang berkemampuan untuk berjualan, suka melamun dan mengantuk karena ia berjualan ayam semalaman dan pandai berhitung. Kampung Durian Runtuh juga didatangi oleh seorang gadis bernama Susanti yang merupakan pindahan dari JakartaIndonesia.



Sumber:  Wikipedia bahasa Indonesia

















1 komentar:

Aryo Fauzan Fatahillah mengatakan...

Bagus rep teruskan jalan ninja mu
#karyaanakmefa