Di Indonesia BoBoiBoy pertama kali disiarkan di Global TV pada pertengahan tahun 2012 dengan menayangkan seluruh episode musim 1 dan musim 2, hingga pertengahan tahun 2013, menyusul berakhirnya musim 2. BoBoiBoy kembali ditayangkan di MNCTV pada Oktober 2014, bersamaan dengan ditayangkannya musim ketiga. Sejak Desember 2020, BoBoiBoy, bersama Boboiboy Galaxy, disiarkan di RTV.
BoBoiBoy adalah protagonis dan karakter utama dalam seri ini. Diceritakan, dia berasal dari Kuala lumpur dan mendapat kekuatan dari Ochobot. Dia memiliki 7 kekuatan elemen, yaitu Petir, Angin, Tanah, Api, Air, Daun dan Cahaya. elemen telahpun naik ke tingkat kedua yaitu Halilintar,Topan Gempa Blaze dan Es. Kekuatannya yang terbesar adalah membagi dirinya menjadi tiga, lima atau tujuh di mana setiap klon BoBoiBoy dapat mengontrol setiap elemen masing-masing. Dia mempunyai kelemahan dalam musim pertama, yaitu pelupa dan takut dengan suara balon pecah. Suara balon pecah yang terus-menerus ini yang telah menyebabkan BoBoiBoy Petir naik ke tingkat kedua menjadi BoBoiBoy Halilintar.
BoBoiBoy Angin berubah pertama kali menjadi BoBoiBoy Topan karena memakan biskuit Yaya yang telah diracuni ramuan pengubah emosi Adu Du (Cairan Emosi X). BoBoiBoy Tanah berubah menjadi BoBoiBoy Gempa karena marah melihat teman-temannya disiksa oleh Adu Du. Dalam musim ketiga, Boboiboy Api bangkit karena BoBoiBoy ingin menghilangkan tekanan yang dialaminya di siang hari membuatkan BoBoiBoy Api hanya muncul di malam hari di mana BoBoiBoy hendak menghilangkan tekanan di malam hari, tetapi karena kecerobohannya memainkan api menyebabkan beberapa tempat di Pulau Rintis terbakar. Antara teman-temannya adalah Gopal, Yaya, Ying, Fang, Iwan, Amar Deep, Stanley, Amy, Suzy, Siti, Nana, Melissa dan Melody.
Antara penggemar BoBoiBoy yang lain adalah Ali Kassim bin Abu Kassim (10 tahun), Aramugam, Incik Abu Kassim bin Ahmad Kassim (ayah Ali Kassim dan 55 tahun), Ah Chong, Shadow Hunter 98, Ibu Prihatin dan Probe. Antara kekuatan BoBoiBoy utama adalah Keris Petir, Pusaran Angin dan Tanah Tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar